Kamis, 20 April 2017

BUSINESS PLAN “Nagel Kayu Furniture” (Proposal)



BUSINESS PLAN

“Nagel Kayu Furniture

Disusun sebagai tugas mata kuliah kewirausahaan
Dosen Pengampu: Dr. Drs. Sukirman S.Pd. SH. MM.


 

Disusun Oleh :
                                                        Bondan Zulief Dwi Wijaya
                                201511425


FAKULTAS EKONOMI MANAJEMEN
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
Tahun Ajaran 2015/2016

Kata Pengantar
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga saya dapat menyusun proposal ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam proposal ini saya membahas mengenai pendirian usaha Nagel Kayu Furniture. 

Proposal ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan proposal ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal ini. 

Saya menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada proposal ini. Oleh karena itu saya mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun saya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat saya harapkan untuk penyempurnaan proposal selanjutnya. 

Akhir kata semoga proposal ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. 
























Jepara, 28 Maret 2017



Penulis

DAFTAR ISI

COVER
DAFTAR ISI. ii
Abstrak
BAB I PENDAHULUAN.. 1
1.1 Latar Belakang. 1
1.2Tujuan dan Manfaat 1
1.3 Gambaran Umum Usaha. 2
BAB II OPERASIONAL.. 3
2.1 Ruang Lingkup Bisnis. 3
2.2 Stake Holder, Manajemen Bisnis, Modal Usaha dan Lokasi 3
BAB III PEMASARAN.. 4
3.1 Promosi 4
3.2 Harga. 4
BAB IV ANALISIS SWOT. 5
4.1 Strength (Kekuatan) 5
4.2  Weakness (Kelemahan) 5
4.3 Opportunity (Peluang) 5
4.4  Threath (Ancaman) 5
BAB V MANAJEMEN TENAGA KERJA PERUSAHAAN.. 6
5.1 Struktur Organisasi 6
5.2 Analisis Jabatan. 7
BAB VI KEUANGAN.. 9
6.1 Permodalan Usaha. 9
6.2 BEP. 9
BAB VII ASPEK HUKUM DAN LEGALITAS. 11
Badan Hukum Organisasi 11
Jenis-Jenis Perijinan yang Diperlukan. 11
BAB VIII PENUTUP. 12
Lampiran. 13
Denah Lokasi 16

Abstrak
                 Jepara terkenal akan karya seni berupa seni ukir,mebel, tenun troso dan barang kesenian lain. Barang kesenian yang cenderung tak lekang oleh waktu dan menjadi barang kesukaan atau barang koleksi. Ketenaran kesenian jepara sudah terkenal hingga manca negara. Salah satunya mebel, mebel menjadi salah satu barang kesenian unggulan di jepara. Mebel mampu mendongkrak perekonomian jepara. Dari bisnis mebel bisa sangat menguntungkan karena mebel adalah barang kesenian yang tak lekang oleh waktu.
Mebel jepara memiliki segment pasar yang luas dan sudah terkenal di dalam negeri atau luar negeri. Kepercayaan konsumen sudah tinggi untuk barang mebel dari jepara, oleh karena itu saya mendirikan Nagel Kayu Furniture untuk meraih peluang yang ada. Jakarta sebagai ibukoka dan mempunyai potensi pasar yang besar maka dari itu saya menjalankan usaha ini dengan cara barang di suplay dari Jepara dan di edarkan di Jakarta. Tidak hanya itu barang juga di edarkan lewat media sosial.
Kata kunci : Kesenian Jepara, Mebel Jepara, Peluang Pasar, barang kesenian, barang kebutuhan rumah














BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang

Dalam usaha Nagel Kayu Furniture ini merupakan suatu produk mebel berbahan dasar kayu jati model mebel yang diadopsi dari Jepara. Produk mebel yang akan di pruduksi oleh Nagel Kayu Furniture antara lain Kusen Pintu, Kusen Jendela, Pintu, Jendela, Kursi (sofa), Kursi Biasa, Meja Ruang tamu, Meja Makan, Almari Pajang (Bifed), Almari Biasa.
Dengan kehalusan tekstur dan keindahan warna kayunya, Jati digolongkan sebagai kayu mewah. Oleh karena karakternya itu, kusen kayu jati sangat banyak diminati, karena memiliki kualitas yang berkelas.
Kayu jati merupakan kayu kelas satu karena kekuatan, keawetan dan keindahannya. Secara teknis, kayu jati memiliki kelas kekuatan I dan kelas keawetan I. Kayu ini sangat tahan terhadap seranganrayap. Kayu teras jati berwarna coklat muda, coklat kelabu hingga coklat merah tua. Kayu gubal, di bagian luar, berwarna putih dan kelabu kekuningan.
Meskipun keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan dikerjakan, sehingga disukai untuk membuat kusen pintu dan ukir-ukiran. Kayu yang diampelas halus memiliki permukaan yang licin dan seperti berminyak. Pola-pola lingkaran tahun pada kayu teras nampak jelas, sehingga menghasilkan gambaran yang indah

1.2Tujuan dan Manfaat

Tujuan usaha Nagel Kayu Furniture yaitu :
1.    Menyajikan produk mebel berbahan dasar kayu jati yang lebih bervariasi dan unik.
2.    Menarik minat bagi masyarakat ekononi menengah ke atas terutama pecinta furniture etnik
Manfaat usaha Nagel Kayu Furniture yaitu :
1.    Dapat menambah pengalaman dalam mengembangkan usaha
2.    Mendapatkan keuntungan yang menggiurkan
3.    Mendapatkan penghasilan lebih dari membuka usaha Nagel Kayu Furniture

1.3 Gambaran Umum Usaha

1.    Nama Perusahaan
Nagel Kayu Furniture
2.    Bidang Usaha
Penjualan properti rumah berbahan kayu jati
3.    Alamat Perusahaan
Jl.Raya Kelurahan 3A No. 31 Duren Sawit, Jakarta
4.    Pendiri Perusahaan
a.     Bondan Zulief D.W
b.    Ahmad Shadun
c.     Muhammad Nur Rohman
5.    Badan Usaha
Jenis badan usaha perusahaan ini adalah Perusahaan Perorangan dimana modal dimiliki oleh banyak orang dengan satu orang bertindak sebagai penanggung jawab  dan telah memiliki izin usaha

6.    Visi dan Misi
Visi      : Menjadi penyedia mebel jati yang unik dan berkualitas terbesar di Indonesia
Misi     : Menyediakan produk mebel selengkap mungkin, meningkatkan pelayanan untuk pelanggan, membuka cabang di berbagai kota besar lainnya.



BAB II

OPERASIONAL

2.1 Ruang Lingkup Bisnis

Nagel Kayu Furniture merupakan suatu bidang usaha yang menggunakan sebuah konsep unique furniture pada interior ruangannya untuk promosi produk dan menarik minat para pelanggan terhadap produk yang ditawarkan. Untuk penyajian pada  setiap produk mebel kita membuat produk model standard (biasa) dan model yang unik maupun sesuai keinginan pelanggan.
Untuk proses pembuatan produk mebel semua kita lakukan di tempat produksi yang tidak jauh dari tempat pemasaran. Bahan produksi yang setengah jadi maupun yang belum jadi semua kita dapat dari suplyer. Kayu jati dan alat-alat pertukangan kita langsung dari suplyer agar supaya suatu usaha menjadi lebih mudah dalam kerja sama dengan beberapa suplyer yang sudah ada dan sudah di kenal baik.

2.2 Stake Holder, Manajemen Bisnis, Modal Usaha dan Lokasi

Usaha Nagel Kayu Furniture merupakan suatu usaha yang di kelola oleh beberapa orang dimana semua pengelolaan serta monitoring proses dari pembukaan toko hingga toko itu berdiri, serta mencari suplyer-suplyer yang bersedia memasok barang-barangnya Nagel Kayu Furniture baik kayu jati sebagai bahan utama dan jugaalat-alat pertukangan. Di samping pengelolaan dan monitoring manajeman toko juga dipegang oleh salah satu pemilik usaha. Pemilik usaha di bantu oleh tiga buah karyawan dimana masing-masing karyawan serba bisa dalam menguasai bidang usaha Teak Furniture baik dalam desain model produk dan pembuatan produk.
Bentuk badan usaha merupakan badan usaha milik pribadi dengan milik pribadi juga. Usaha Nagel Kayu Furniture membuka toko di suatu tempat di Jakarta dimana tempat itu terdapat masyarakat  dari golongan bawah sampai menengah atas. Selain itu Jakarta adalah ibukota Indonesia tempat dimana seluruh Indonesia mengenalanya.
Usaha segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah dari kalangan bawah hingga menengah ke atas karena ingin ikut meramaikan usaha furniture (mebel) di Indonesia dan ingin ikut bersaing dengan kompetitor-kompetitor yang sudah lama ada.


BAB III

PEMASARAN

 

3.1 Promosi

Agar produk laku keras dipasaran, maka dilakukan pemasaran produk. Namun bila tidak mengerti cara memasarkannya berarti bisa menghambat produk. Dan masyarakat tidak mengenal apa yang telah diproduksi. Untuk itu disini akan dijelaskan cara pemasaran mebel ini antara lain :
a.  Membuat katalog mengenai gambar meubel dan di berikan ke pelangan
b.  Memberikan penjelasan tentang produk yang dibuat agar masyarakat memahaminya
c.  Memberi potongan harga untuk awal produksi
d.  Mengadakan promosi mengenai mebel di daerah – daerah tertentu di Jakarta

3.2 Harga

Gambaran harga jual dari Jepara Jati Mebel :
a.  Almari Pajang (Bifed)       Rp 2.000.000 – Rp 6.000.000
b.  Almari Biasa                      Rp 2.000.000 – Rp 5.000.000
c.  Kursi Sofa                         Rp 2.700.000 – Rp 8.000.000
d.  Kursi Biasa                        Rp 1.600.000 – Rp 3.500.000
e.  Meja Makan                       Rp 2.200.000 – Rp 5.500.000
f.  Pintu                                  Rp 1.400.000 – Rp 3.800.000
g.  Kusen Pintu                       Rp    225.000 – Rp    600.000
h.  Kusen jendela                    Rp    200.000 – Rp 1.500.000



BAB IV

ANALISIS SWOT


4.1 Strength (Kekuatan)

·         Kualitas kayu jati no 1, kuat, awet dan indah.
·         Model dan bentuk mebel yang unik serta menyesuaikan pesanan pelanggan, sehingga pelanggan tertarik untuk berbelanja.
·         Pelayanan yang memuaskan.
·         Tempat strategis dan Halaman parkis yang luas.

4.2  Weakness (Kelemahan)


·         Belum dikenal secara luas.
·         Masih tergantung terhadap supplier sehingga sulit menentukan harga jual.
·         Membutuhkan modal yang banyak.

4.3 Opportunity (Peluang)


·         Semakin banyak dibangun perumahan sehingga meningkatnya permintaan mebel
·         Kurangnya penyedia mebel yang memproduksi furniture sesuai keinginan pelanggan.
·         Usaha seperti ini belum menjamur di Jakarta.

4.4  Threath (Ancaman)

·         Penolakan untuk melakukan transaksi eksporter.
·         Munculnya pesaing baru yang mendirikan bisnis seperti ini.
·         Kurangnya animo masyarakat karena lebih memilih model rumah modern minimalis yang lebih murah.


BAB V

MANAJEMEN TENAGA KERJA PERUSAHAAN


5.1 Struktur Organisasi

Di dalam suatu bisnis usaha diperlukan struktur organisasi yang jelas, sehingga dapat mengatur pekerjaan dari para tenaga kerja agar sesuai dengan bidang tugas yang dikerjakannya. Maka diharapkan dengan adanya struktur organisasi yang jelas dapat menunjang bisnis yang akan dihasilkan. Berikut ini struktur organisasi dari Nagel Kayu Furniture :
Jabatan
Jumlah Personil
Pendidikan Minimum
Manajer
1
S1
Kasir
1
SMA/SMK
Desainer
1
SMA/SMK
Tukang kayu
7
SMA/SMK

Pemilik Usaha
Manajer
Kasir
Desainer
Tukang Kayu
 











5.2 Analisis Jabatan

       Untuk menjelaskan masing-masing jabatan dalam struktur organisasi, maka diperlukan suatu uraian pekerjaan sebagai berikut :
a.    Nama Jabatan                      : Pemilik Usaha
     Hubungan Organisasi          :  Dengan karyawan
     Ringkasan Pekerjaan            :  Pemilik Usaha adalah pengendali dan pembuat keputusan tertinggi yang menyangkut kelangsungan hidup perusahaan.
Tanggung jawab                  :
·  Membuat perencanaan, strategi, dan kebijakan yang menyangkut operasional perusahaan
·  Menyusun anggaran perusahan dan program kerja
·  Menjamin operasional perusahaan secara hukum
·  Melakukan kontrol secara keseluruhan atas operasional perusahaan
·  Memegang kendali atas keputusan penting bersifat umum atau berkaitan dengan masalah regulasi dan finansial
·  Bertanggung jawab dalam memajukan usaha
·  Menetapkan standar gaji yang diterima oleh pegawai
·  Memutuskan perberhentian dan promosi jabatan di perusahaan

b.  Nama Jabatan                      :  Manajer
     Hubungan Organisasi          :  bertanggung jawab kepada pemilik usaha
     Ringkasan Pekerjaan            :  bertugas memimpin dan menangani hal – hal yang berkaitan dengan operasional perusahaan baik internal maupun eksternal
Tanggung jawab                  :
·  Bertanggung jawab terhadap hal – hal yang menyangkut keuangan perusahaan baik operasional sehari – hari ataupun kebutuhan yang bersifat tidak terjadwal
·  Memanage dan menganalisis laporan keuangan harian, mingguan dan per periode akuntansi
·  Melatih, mengembangkan dan mengkoordinir karyawan agar dapat memenuhi standar perusahaa dalam beroperasi dan melayani pelanggan
·  Memastikan semua prosedur dan standar serta kebijakan perusahaan telah dikomunikasi secara efektif kepada seluruh karyawan serta dijaga dan diikuti secara konsisten
·  Bertanggung jawab atas seluruh aliran dana dalam perusahaan
·  Berwenang mengatasi masalah yang berhubungan dengan penggunaan dana
c.  Nama Jabatan                      :  Kasir
     Hubungan Organisasi          :  Bertanggung jawab kepada manajer
     Ringkasan Pekerjaan            :  Bertanggung jawab terhadap transaksi keuangan sehari – hari
d.  Nama Jabatan                      : Desainer
     Hubungan Organisasi          :  Bertanggung jawab kepada manajer
     Ringkasan Pekerjaan            :  Bertugas untuk mendesain produk furniture yang akan dibuat oleh tukang kayu
e.  Nama Pekerjaan                   :  Tukang kayu
     Hubungan Organisasi          : Bertanggung jawab kepada manajer
     Ringkasan Pekerjaan            :  Membuat produk furniture yang telah dirancang oleh desainer maupun sesuai dengan permintaan pelanggan.


BAB VI

KEUANGAN


6.1 Permodalan Usaha

Dalam segi permodalan usaha, semua permodalan merupakan modal yang dimiliki oleh Jepara Jati Mebel sebesar Rp3.000.000.000,- sehingga dapat memenuhi semua pengeluaran yang dibutuhkan. Dimana perincian pembukaan usaha sbb :
No.
Pengeluaran
Nominal
1.
Peralatan dan Perlengkapan
Rp         5.000.000,-
2.
Bahan baku awal (kayu jati) 100 kubik @ 10.000.000
Rp  1.000.000.000,-
3.
Sewa tempat usaha/tahun
Rp       20.000.000,-
4.
Gaji karyawan 10 orang
Rp       10.000.000,-
5.
Biaya lain - lain
Rp         6.000.000,-
Total
Rp  1.041.000.000,-

6.2 BEP

Proyeksi keuangan Jepara Jati Mebel akan didasarkan pada beberapa asumsi berikut   ini :
     Rata – rata penjualan produk Jepara Jati Mebel selama 1 bulan adalah sebagai berikut :
No.
Penjualan Mebel
Harga
Jumlah
1.
Almari Pajang (Bifed) (3 buah/bulan)
Rp     6.000.000,-
Rp        18.000.000,-
2.
Almari Biasa (3 buah/bulan)
Rp     5.000.000,-
Rp        15.000.000,-
3.
Kursi Sofa (1 buah/bulan)
Rp     8.000.000,-
Rp          8.000.000,-
4.
Kursi Biasa ( 8 buah/bulan)
Rp     3.500.000,-
Rp        28.000.000,-
5.
Meja makan (3 buah/bulan)
Rp     5.500.000,-
Rp        16.500.000,-
6.
Pintu ( 8 buah/bulan)
Rp     3.800.000,-
Rp        30.400.000,-
7.
Kusen Pintu (12 buah/bulan)
Rp        600.000,-
Rp          7.200.000,-
8.
Kusen jendela + Jendela (10 buah/bulan)
Rp     1.500.000,-
Rp        15.000.000,-
Total Pendapatan/bulan
Rp      138.100.000,-




BAB VII

ASPEK HUKUM DAN LEGALITAS


Badan Hukum Organisasi

Setelah mempertimbangkan skala usaha dan juga tujuan pendirian organisasi maka diputuskan bahwa bentuk badan hukum yang paling sesuai untuk organisasi yang akan didirikan ini adalah Perusahaan Perorangan (Po).

Jenis-Jenis Perijinan yang Diperlukan

Untuk mendapatkan legalitas usaha, maka organisasi harus mendapatkan perizinan dalam melakukan operasinya. Prosedur pendirian Perusahaan Peroranganadalah sebagai berikut :
1.      SIU (Surat Izin Usaha)
Pengurusan surat izin usaha ini dilakukan di Balai Kota Yogyakarta.
2.      SITU (Surat Izin Tempat Usaha)
Pengurusan surat izin usaha ini dilakukan di Balai Kota Yogyakarta.
3.      NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Pengurusan surat izin usaha ini dilakukan dikantor Pajak.
4.      Surat Izin dari Rt Setempat
Pengurusan surat izin usaha ini dilakukan di ketua Rt daerah setempat.







BAB VIII

PENUTUP

Demikian proposal ini saya buat sebagai acuan dan rincian untuk mendirikan usaha Nagel Kayu Furniture dengan penjualan mebel dari Jepara di pasarkan dan di finishing di jl. Kelurahan 3A No.31 Duren Sawit Jakarta.
















Mengetahui,
Pendiri Usaha

Bondan Zulief Dwi Wijaya



Denah Lokasi





2 komentar:

  1. ini kisah nyata saya . . . .

    perkenalkan nama saya zalinah aruf, saya berasal dari kota Bandung saya bekerja sebagai seorang karyawan di salah satu perusaan Yogyakarta.dimana saya sudah hampir kurang lebih tiga tahun lamanya saya bekerja di perusaan itu.

    Keinginan saya dan impian saya yang paling tinggi adalah ingin mempunyai usaha atau toko sendiri,namun jika hanya mengandalkan gaji yah mungkin butuh waktu yang sangat lama dimana belum biaya kontrakan dan utan yang menumpuk justru akan semakin sulit dan semakin lama impian itu tidak akan terwujud

    saya coba" buka internet dan saya lihat postingan orang yg sukses di bantu oleh seorang kyai dari sana saya coba menghubungi beliau, awalnya saya sms terus saya di suruh telpon balik disitulah awal kesuksesan saya.jika anda ingin mendapat jalan yang mudah untuk SOLUSI MUDAH, CEPAT LUNASI UTANG ANDA, DAN MASALAH EKONOMI YG LAIN, TANPA PERLU RITUAL, PUASA DLL. lewat sebuah bantuan penarikan dana ghoib oleh seorang kyai pimpinan pondok pesantren shohibul Qur’an. dan akhirnya saya pun mencoba menghubungi beliyau dengan maksut yang sama untuk impian saya dan membayar hutang hutang saya.puji syukur kepada tuhan yang maha esa melalui bantuan beliau.kini sy buka usaha distro di bandung.
    Sekali lagi Saya mau mengucapkan banyak terimah kasih kepada K.h. Muh. Safrijal atas bantuannya untuk mencapai impian saya sekarang ini. Untuk penjelsan lebis jelasnya silahkan >>>>>>>>KLIK SOLUSI TEPAT DISINI<<<<<<<<<
    Anda tak perlu ragu atau tertipu dan dikejar hutang lagi, Kini saya berbagi pengalaman sudah saya rasakan dan buktikan. Semoga bermanfaat. Amin..

    BalasHapus
  2. Terima kasih. Konten nya sangat menarik dan bermanfaat.
    Kunjungi website kami untuk mendapatkan info lebih lanjut 👇

    Wooden Furniture Market

    BalasHapus